Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk membimbing peserta didik dalam
mengembangkan potensi jasmani dan Rohani, sehingga mereka mampu melaksanakan
tugas hidupnya secara mandiri. Berbicara tentang pendidikan, maka tidak
luput kita membahas tentang Sekolah. Sekolah adalah lembaga pendidikan formal
yang menyediakan lingkungan belajar sistematis dan terstruktur untuk
mengembangkan kemampuan, pengetahuan, dan karakter siswa. Dengan memiliki
tujuan yaitu ; meningkatkan pengetahuan siswa, keterampilan mengembangkan hidup
dan sosial, dan membentuk karakter serta moral. Berbicara sekolah pasti ada peserta
didik di dalamnya apa lagi sekolah Tingkat atas contohnya SMA, berbicara SMA
pasti ada Remaja didalamnya. Akan tetapi, fenomena
yang terjadi saat ini banyak pelajar yang sudah tidak memaknai mengapa mereka
harus sekolah dan apa inti yang akan didapat setelah sekolah, trend-trend yang
semakin meluas hampir masuk di kalangan pelajar. ikuti trend terbaru menjadi
hal yang unik dan di coba oleh semua pelajar, hingga pada akhirnya mengikuti
trend terbaru jika belum di coba di rasa belum keren.
Salah
satu fenomena yang trend saat ini adalah penggunaan Make-up di sekolah yang
dilakukan oleh hampir semua pelajar siswi baik di tingkat Sekolah Menengah
Pertama maupun sekolah menengah atas. Trend ini hampir tidak bisa dihindari,
penggunaan Make-up berlebihan seolah-olah akan melupakan bahwa mereka datang ke
sekolah untuk mencari ilmu dan menyerap semua pengetahuan yang
ada di sekolah. Fenomena penggunaan make up di kalangan pelajar, khususnya
remaja Perempuan, semakin umum dan beragam. Terutama pada pelajar di SMA Negeri
2 OKU, mereka mempertontonkan make up ke sekolah. Banyak factor yang
mempengaruhi trend make up ke sekolah. Ketika ditanya kenapa menggunakan make
up di sekolah? Mereka menjawab agar membantu mereka merasa lebih percaya diri
dengan penampilanya, yang dapat meningkatnkan
rasa percaya diri secara keseluruhan. Eksplorasi Identitas, kata mereka
make up bisa menjadi sarana untuk mengeksplorasi gaya dan identitas diri
mereka. Menutupi kekurangan fisik, dari beberapa mereka yang mengunakan make up
untuk menutupi atau menyamarkan kekurangan fisik yang dirasakan, untuk
meningkatkan percaya diri. Ungkapan kretivitas, bagi mereka penggunaan make up menjadi bentuk ekspresi
kreatif dalam berpenampilan dan mencerminkan gaya berpenampilan mereka.
Make-up
adalah seni menghias dan mempercantik wajah dengan menggunakan berbagai produk
kosmetik untuk meningkatkan penampilan dan kepercayaan diri. Tujuan make-up
tentu saja untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri, meningkatkan ekspresi
wajah, dan mengubah penampilan. Akan tetapi penggunaan yang secara berlebihan jelas
merupakan tindakan yang salah apalagi sampai membawanya di sekolah. Para siswa
boleh menggunakan kosmetik tetapi bukan make up lebih ke skincare yang meresap
ke kulit dan tidak meninggalkan bekas di muka seperti, sunscreen, moisturizer,
serum, lip blam dan lainya, dan tidak diperkenankan dibawa ke sekolah.
Untuk
itu gunakanlah Make-up atau rias wajah yang mungkin, tidak terlalu berlebihan.
Sekolah juga memainkan peran dalam hal ini upaya yang dilakukan oleh pihak
sekolah. Upaya yang dilakukan oleh guru adalah melakukan razia Make-up yang
dilakukan oleh Pengurus OSIS dan memberikan teguran hingga sampai pada
pemberian sanksi. Dalam Tatip ada larangan menggunakan Make-up di sekolah, karena
penggunaan Make-up harus dikendalikan, sebagai pelajar tolak ukur dari pelajar
adalah bagaimana bisa menyerap ilmu pengetahuan dan berprestasi di sekolah,
masalah Make-up di sekolah jelas berkaitan dengan karakter pendidikan. Sekolah
sebagai ajang untuk menyerap ilmu pengetahuan dan bukan ajang untuk Fashion.

aji bayu permana Reply
saya stuju dengan artikel ini karnaaa plajar memang belum pantes untuk ber makeup